Sunday, 4 March 2018

Namanya Meila

Sumber: dailypaintersabstract.blogspot.com


Namanya Meila. Paling suka mengepang rambutnya yang sebahu agar terlihat rapih, serta sering memakai ransel coklatnya kemana pun ia pergi. Badannya mungil dan berkulit putih —sedikit terlalu putih sebenarnya—karena warna kulitnya selalu bisa membuat perempuan lain merasa iri saat berada di sampingnya.

Namanya Meila. Tidak seperti perempuan pada umumnya yang cenderung menggilai lagu-lagu Korea dengan grup band yang penuh laki-laki tampan, ia malah terang-terangan mengatakan padaku bahwa Oasis dan Westlife adalah boy grup favoritnya. Ia bilang lagu-lagu mereka bagus, dan anehnya, aku setuju. Terkadang, aku merasa ia terlalu banyak memiliki perbedaan dengan orang-orang di sekelilingnya, namun tak pelak justru hal itulah yang membuatku suka padanya.

Namanya Meila. Aku suka memperhatikan bagaimana ia tersenyum. Bagaimana dialek dalam ucapannya yang menjadikan suaranya sengau seringkali menggelitik perutku sampai menjadi tawa, padahal aku tahu ia tidak bermaksud mengatakan sesuatu yang lucu. Bagiku tak masalah. Toh kita tidak butuh alasan untuk bahagia di dekat orang yang kita suka, iya 'kan?

Namanya Meila. Bagi orang lain, ia mungkin tidak termasuk ke dalam kriteria perempuan yang patut dipuja karena sifatnya yang kekanak-kanakan. Tapi perasaanku kepadanya memang sesederhana puisi yang ia bacakan suatu sore, yang sengaja aku rekam dengan ponsel secara diam-diam agar bisa memutarnya kembali kapanpun aku rindu.

Namanya Meila. Ia tidak pernah berbicara tentang cinta. Ketika teman-teman kami begitu terbuka membagi kisah asmara mereka di meja kelas, ia lebih suka membicarakan hal-hal sederhana lalu membuatnya menjadi lucu agar kami tertawa.

Namanya Meila. Aku ingin tahu bagaimana pendapatnya tentang laki-laki. Karakter seperti apa yang menjadi idealnya, apakah ia menilai lewat ucapan atau penampilan. Tetapi sekali lagi, ia tak mudah mempercayai orang. Aku hanya berharap suatu saat ia mau berbagi kepadaku mengenai laki-laki seperti apa yang disukainya. Dan jika beruntung... Aku harap yang dikatakannya adalah bagaimana tipe lelaki itu sangat cocok denganku.

Namanya Meila. Ia dekat, namun beberapa hal dalam dirinya selalu tidak dapat kumengerti.

No comments

Post a Comment

© A Mindless Story
Maira Gall