Pada suatu sore, kulihat senja bertandang ke wajahmu. Ia berbisik tentang seseorang yang memandanginya ketika matahari akan berpamit untuk pulang.
"Lelaki yang sedang rindu", katanya.
Kau terdiam lalu memejamkan kedua bola mata, semacam memikirkan sesuatu.
Dan senja masih tetap menunggumu sambil sesekali mengerutkan keningnya. Kali ini ada yang berbeda, ia seperti bosan.
Kaupun membuka mata lalu menyadari bahwa senja sudah pergi. Ia memang enggan pamit akan menyusul matahari untuk pulang. Itu karena jalan yang ditempuhnya saat ini berbeda, senja tenggelam dalam matamu.

No comments
Post a Comment