Jodoh memang perkara pasti. Bukankah Tuhan menjanjikan perempuan yang baik hanya untuk lelaki yang baik ? Maka sudah sewajarnya pula kau mengharapkan lelaki terbaik yang akan mendampingimu.
1. Perihal Bertemu Denganmu
Sekarang atau nanti ?
Aku memilih sekarang. Tidak ada masalah dengan hanya sebatas bertemu, kan ? Justru aku bersyukur jika dipertemukan denganmu lebih awal. Perihal pertemuan kita disengaja atau tidak juga tak menjadi soal bagiku. Karena bisa bertemu denganmu saja sudah membuatku bahagia sekali. Tapi jika boleh memilih, aku akan memastikan kita bertemu dengan sengaja agar aku bisa bersiap untuk menyambutmu di kehidupanku.
2. Perihal Mengenalmu
Sekarang atau nanti?
Mungkin sekarang lebih baik. Mengenal seseorang tak pernah salah. Apalagi jika itu kamu yang kelak akan mengisi keseharianku. Mulai dari hobi hingga watak, dari kekurangan hingga kelebihan, semua akan coba kuamati dengan seksama dan hati-hati. Tahukah kau mengapa ? Jelas saja karena aku ingin mengenalmu lebih, agar nanti aku bisa belajar bagaimana menempatkan diri ketika kamu senang, sedih, bahagia, marah, sampai saat tiba titik puncak dan terpurukmu.
3. Perihal Dekat dan Mulai Memasuki Duniamu
Sekarang atau nanti?
Entahlah, aku masih ragu. Bukankah ini terlalu cepat bagi kita untuk saling memahami ? Perlahan saja, karena tak ada hasil yang baik dari sesuatu yang terburu-buru. Untuk sekarang, mengamatimu dari sini sudah cukup bagiku. Nikmati saja dulu, kau dengan duniamu, dan aku dengan keakuanku. Kelak waktu yang akan menjawab bagaimana caranya kita bertaut.
4. Perihal Mengharapkanmu
Sekarang atau nanti ?
Sebentar ya, biar aku pantaskan diri dulu sebelum berani mengharapkanmu. Jodoh memang perkara pasti. Bukankah Tuhan telah berjanji perempuan yang baik hanya untuk lelaki yang baik ? Maka sudah sewajarnya pula kau mengharapkan lelaki terbaik yang akan mendampingimu. Jadi, biarkan aku berbenah sembari meminta kepada Tuhan secara gamblang agar nanti kau menjadi buah dari doa-doa ranum yang sering aku panjatkan di penghujung malam. Sebentar saja, tak apa kan ?
No comments
Post a Comment