Friday, 25 November 2016

Hujan Bulan November (Part 2)



"Oh. Emm. Yaah, bisa." dia terlihat ragu..

Benarkah dia bisa menyanyikannya ? Sebenarnya aku tidak mengapa jika dia bilang tidak bisa ataupun tidak tahu, tapi karena jawabannya yang ragu seperti itu, aku jadi semakin penasaran. Aku harap suaranya yang merdu itu bisa menghapus bosanku.

Thursday, 17 November 2016

Kau dan Hujan

Foto kiriman Eka Burhanudin (@eburhany) pada


Sudah terlalu lama kau tak lagi percaya pada hujan. Kau biarkan tetes demi tetes jatuh begitu saja tanpa tegur sapamu. Pun sambutmu. Kau diam membisu dan membiarkannya pilu, sampai dia enggan lagi menghampirimu.

Thursday, 10 November 2016

Memorial Keputusan

Foto kiriman Eka Burhanudin (@eburhany) pada


Jangan. Jangan terlalu suka padaku, aku hanya seorang lelaki biasa yang selalu berusaha tampil sempurna di depanmu. Carilah kekuranganku, kesalahanku, kebodohanku dan ingat-ingatlah itu. Siapa tahu kelak kau butuh alasan untuk pergi dariku. Karena di saat kau mulai berharap, maka kau harus akrab  dengan kekecewaan pula. Dua hal itu terpisah namun sebenarnya saling berdekatan.

Friday, 28 October 2016

Masjid Agung Jawa Tengah: Sebuah Harapan Dalam Diam

Foto kiriman Eka Burhanudin (@eburhany) pada



Ada yang senantiasa mencintaimu dalam diam yang baik. Suaranya tak terjamah telinga, tapi doanya menggema di angkasa. Hanya berisyarat tanpa berani bersua, saat mencoba berharap pada orang yang sempurna. 

Saturday, 24 September 2016

Hujan Bulan November



Gerimis tipis menyambut hari ini. Udara yang dingin membuat orang-orang berdalih mengurungkan niat untuk pergi dan hanya berdiam diri di sudut rumah. Ya, memang suhu di kota para Gladiator amat dingin ketika hujan, terlebih untuk orang timur sepertiku yang terbiasa dengan matahari terik membakar kulit hingga terasa ke ubun-ubun. Bukan tanpa alasan aku berada di Ibu Kota Dunia, demi gelar master, aku melanjutkan studi di salah satu universitas terbaik di Negeri Pizza, la Sapienza.
© A Mindless Story
Maira Gall