Saturday, 13 May 2017

Negeri Opini Berlabel Demokrasi



Sehebat apapun seseorang, jika ia melakukan kesalahan, bagaimanapun prestasinya, akan tetap dianggap salah di mata hukum. Karena memang begitu adanya. Bagi norma hukum, justru yang akan dinilai adalah ketika orang tersebut melakukan kejahatan, dan bukan kebaikan yang telah ia diperbuat, entah apapun itu, tidak peduli apa dan siapa. Oleh karena itu, di dalam pengadilan ada seorang hakim, yang katanya menjadi 'wakil Tuhan' di dunia dalam hal menilai dan menghakimi orang yang didakwa melakukan perbuatan buruk. Mengapa tidak kita pasrahkan saja kepada dia ? Toh itu juga merupakan bagian dari proses hukum dan konstitusi di Negeri ini.

Sunday, 9 April 2017

Malaikat-Malaikat Kecil


Perhatikanlah senyum wanita-wanita kecil ini. Indah ya. Mereka jauh dari masalah-masalah yang membelit. Tidak memikirkan resiko-resiko kehidupan. Tak begitu takut akan masa depan namun tak pula terpuruk oleh masa lalu. Para malaikat ini begitu menikmati masa kini, masa dimana yang ada dalam benak mereka hanyalah bermain, bercanda, dan tertawa. Dengan lugunya mereka bisa membuat cemburu siapa saja di dekatnya. Termasuk saya. Tetaplah seperti itu ya. Bahagia selamanya.

Elegi Samudera

Foto kiriman Eka Burhanudin (@eburhany) pada


Kau bagaikan samudera, menerima semua yang datang kepadamu dengan penuh keikhlasan. Sungai yang mengalir membawa berbagai macam zat, entah itu sesuatu yang berguna maupun kotoran hingga bangkai, kau terima kesemuanya dengan sama, tanpa ada dinding pembeda. Mereka kau rawat hingga cukup usia untuk kembali pada manusia sebagai berkah alam dari hamparan luasmu.
© A Mindless Story
Maira Gall